Berbuka Puasa di Masjid Nurul Falah Ragunan, Jakarta Selatan.

Dari pagi sampai sore bener-bener banyak sekali kerjaan saya, soalnya besok Kamis, 25 Juli 2013 akan ada rapat dan sebagai anak buah, saya harus ikut bertanggungjawab menyiapkan rapat tersebut.  Karena kesibukan itulah, saya kembali harus pulang malam.  Terpaksa saya harus berbuka puasa di masjid yang berada tak jauh dari kantor.

Masjid terdekat itu adalah Masjid Nurul Falah.  Letaknya tidak begitu jauh dari kantor saya, kira-kira 200 meteran.  Terletak di tepi Jalan Harsono RM  Ragunan Pasar Minggu.  Bangunan masjidnya cukup besar, tapi pelataran parkirnya tidak begitu luas.  Cuma bisa menampung belasan motor dan tiga buah mobil.  Selebihnya harus parkir diluar area pagar masjid.  Dalamnya cukup bagus, terdiri dari dua lantai.  Baru-baru ini ada pelebaran dan renovasi yang menyebabkan daya tampungnya menjadi lebih banyak.

masjid nurul falah

Dulu kalau sholat Jum’at, jamaahnya bisa sampai ke pelataran parkir.  Sekarang setelah renovasi dan perluasan gedung, semua jamaah sholat Jum’at bisa tertampung di dalam masjid.

Menu ta’jil-nya adalah sebagai berikut (liat gambar dibawah)

Masjid Nurul Falah takjuil

Hidangan segini untuk masing-masing orang.  Jadi ini jatah saya sendiri.  Cukup kenyang juga.  Alhamdulillah…    Setelah berbuka puasa langsung saya ikut sholat Maghrib berjamaah.

Iklan

Valentino Rossi, Icon MotoGP

220px-Valentino_Rossi

Semua orang pasti kenal dan tahu siapa mahluk di foto diatas.  Dialah Valentino Rossi, salah satu legenda MotoGP.  Beliau ini juara dunia balap “kuda besi” sebanyak 9 (sembilan) kali, yaitu 6 (enam) kali juara dunia MotoGP, 1 (satu) kali juara dunia balap motor 500 cc, 1 (satu) kali juara dunia balap motor 250 cc dan 1 (satu) kali juara dunia balap motor 125 cc.  Suatu rekor yang fantastis.

Rossi’s Career statistics

By season

Season

Class

Bike

Team

Race

Win

Pod

Pole

FLap

Pts

Plcd

WCh

1996

125cc

Aprilia RS125

Scuderia AGVAprilia

15

1

2

1

2

111

9th

0

1997

Aprilia RS125

Nastro AzzurroAprilia

15

11

13

4

7

321

1st

1

1998

250cc

Aprilia RS250

Nastro AzzurroAprilia

14

5

9

0

3

201

2nd

0

1999

Aprilia RS250

Aprilia Grand Prix Racing

16

9

12

5

8

309

1st

1

2000

500cc

Honda NSR500

Nastro AzzurroHonda

16

2

10

0

5

209

2nd

0

2001

Honda NSR500

Nastro AzzurroHonda

16

11

13

4

10

325

1st

1

2002

MotoGP

Honda RC211V

Repsol Honda

16

11

15

7

9

355

1st

1

2003

Honda RC211V

Repsol Honda

16

9

16

9

12

357

1st

1

2004

Yamaha YZR-M1

GauloisesFortunaYamaha

16

9

11

5

3

304

1st

1

2005

Yamaha YZR-M1

GauloisesYamaha

17

11

16

5

6

367

1st

1

2006

Yamaha YZR-M1

CamelYamaha

17

5

10

5

4

247

2nd

0

2007

Yamaha YZR-M1

FiatYamaha

18

4

8

4

3

241

3rd

0

2008

Yamaha YZR-M1

FiatYamaha

18

9

16

2

5

373

1st

1

2009

Yamaha YZR-M1

FiatYamaha

17

6

14

7

6

306

1st

1

2010

Yamaha YZR-M1

FiatYamaha

14

2

10

1

2

233

3rd

0

2011

Ducati Desmosedici GP11

Ducati Corse

17

0

1

0

1

139

7th

0

2012

Ducati Desmosedici GP12

Ducati Corse

18

0

2

0

1

163

6th

0

2013

Yamaha YZR-M1

Yamaha-YMR

9

1

4

0

1

117*

4th*

0

Total

285

106

181

59

88

4678

9

  • * Season in progress.

Publik di Indonesia (termasuk saya) mengenal beliau lewat iklan produk motor Yamaha bareng si Komeng.  Karena sering juara, ditambah juga dengan helm balap yang dikenakannya, selalu bermotif meriah.  Yang paling sering sih motif “Sun and Moon”.  Disain motif di helm Rossi dibuat oleh Aldo Drudi.

Tak heran banyak yang menganggapnya sebagai icon MotoGP.  Buktinya banyak sekali jumlah follower twiter-nya di @ValleYellow46 dan saat beliau meraih juara ke 1 saat GP essen Belanda 2013 yg lalu, penonton yang ada di sirkuit tersebut pada bersorak gembira, entah itu pendukung Rossi, Marquez, Pedroza, Lorenzo, semuanya pada berdiri sembari bertepuk tangan.

Saya lantas berfikir, bagaimana ya kalo si Valentino Rossi itu sudah pensiun dari MotoGP,  apakah acara MotoGP masih tetap banyak penontonnya/peminatnya ?   Mengingat acara balap motor dunia itu jadi tambah meriah sejak kehadiran Beliau.

Kawasaki Edge = Kawasaki Kaze 115 ???

Tadi pagi saya iseng-iseng browsing internet nyari-nyari berita mengenai motor Kawasaki Edge.  Ternyata ada yang bikin saya terkejut.  Ternyata Kawasaki Edge juga dipasarkan di Yunani.  Saya melihat beritanya dan youtube-nya di :

http://www.youtube.com/watch?v=n958KqnkFAE.

Saya juga dapet fotonya.

Kawasaki Kaze 115 greece

Kawasaki Kaze 115

Tapi rupanya di sana (Yunani/Greece) namanya bukan Kawasaki Edge, tapi Kawasaki Kaze 115.  Harganya adalah 1.880 euro.  Kalo di kurs-in dengan rupiah berapa ya??

Kawasaki kaze 115 lamp

Cuma bebek versi Yunani ini rupanya ada lampu sein belakang tambahan rupanya.

Keliatannya bagus juga.

Berbuka Puasa di Masjid Nurul Rahmah, Pasar Minggu

Kamis sore kemarin, 18 Juli 2013 saya kembali harus berbuka puasa tidak bersama keluarga di rumah.  Dikarenakan banyak pekerjaan yang menyebabkan saya terpaksa pulang jam 17.13 WIB.  Harusnya kalo mau buka puasa di rumah, paling tidak sudah keluar kantor pada jan 16.30 sore.  Agar bisa sampai di rumah sebelum  adzan maghrib.

Saya berbuka puasa di sebuah masjid di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.  Letaknya hampir dekat dengan kampus Universitas Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Masjidnya bernama Masjid Nurul Rahman.  Bangunannya lumayan besar, terdiri dari dua lantai.  Pelataran parkirnya-pun cukup luas untuk menampung belasan motor dan dua-tiga buah mobil.  Tapi menurut tukang parkirnya waktu sholat taraweh pertama halaman parkir tersebut penuh oleh jamaah sholat Isya-Taraweh.  Kalo sekarang-sekarang jamaahnya cuma memenuhi dalam masjidnya saja.

Yang menarik dari masjid yang satu ini adalah bahwa masjid ini pernah berganti nama dan diresmikan dua kali.  Hal itu bisa dilihat dari dua buah Prasasti batu di dinding masjid tersebut.

Plakat An Nur

Masjid ini diresmikan pertama kali dengan nama Masjid An Nur.  Peresmiannya waktu itu oleh Mayjen Try Sutrisno (Pangdam Jaya saat itu) pada tanggal 17 Mei 1985.

Menurut cerita salah seorang warga / jamaah masjid, masjid ini kemudian dipugar dan dibangun kembali.

Plakat Nurul Rahman

Kemudian diubah namanya menjadi Masjid Nurul Rahman dan diresmikan oleh istri Dubes RI untuk Malaysia, Ibu Hj. Ratna Andarwaty pada tanggal 29 Juni 2011.

Menu Ta’jil di masjid ini cukup mewah untuk ukuran masjid di daerah perkampungan.  Nasi kotak yg isinya : semur daging, tempe n’ tahu goreng, mie goreng.

Piring-piring yang berisi roti, ada juga yang berisi lontong dan risoles.

Minumannya terdiri dari: Teh manis hangat, sirop merah berisi belewah, air mineral.

Intinya… Siapapun yang berbuka di masjid ini dijamin kenyang!

Alhamdulillah……

Berbuka Puasa di Masjid Assaadah Poltangan Jakarta Selatan

Hari rabu, 10 Juli 2013 kemarin saya kembali berkesempatan/terpaksa berbuka puasa di luar rumah.  Hal itu di karenakan waktu saya keluar kantor, jam telah menunjukkan sekitar pukul 17.15 sore.  Artinya pulangnya sudah kesorean dan tidak akan bisa sampai dirumah sebelum adzan Maghrib.  Lagipula cuaca saat itu sudah mendung tanda akan turun hujan.

Dalam perjalanan melalui jalan TB.Simatupang saya memutuskan mengarahkan setang motor saya ke arah Pasar Minggu, Jakarta Selatan.  Saya langsung terus ke arah daerah Poltangan (dekat Pasar Minggu) dan mencari masjid yang ada tempat parkir motornya, supaya tidak parkir di trotoar luar masjid yg membuat hati waswas (takut motornya ilang).

Adalah masjid Assaadah yang terletak di tepi jalan di daerah Poltangan, Pasar Minggu yang menjadi tempat saya berbuka puasa sekaligus Sholat Maghrib.  Bangunan fisik masjid tersebut tidak begitu besar dan berlantai dua.  Akan tetapi tanah-nya masih luas, bagian bawahnya  di pelur beton dan sebagian-nya dipasangi atap seng.  Jadi walaupun hujan, jemaah di bagian luar masjid tidak akan kehujanan.

Menu ta’jil saat itu adalah nasi uduk dalam kemasan “styrofoam” yang dilengkapi kerupuk, tempe orek, irisan telur dadar dan mihun seperti nasi uduk pada umumnya.

Masjid Assaadah

Selain nasi uduk, ada juga gorengan, kurma, teh hangat dan aqua gelas.  Begitu adzan dikumandangkan, semua langsung menyeruput minuman teh hangat/aqua lalu ada yang makan kurma, ada juga yang makan gorengan.  Saya sendiri sehabis minum teh hangat langsung ngambil gorengan yang disediakan di piring-piring plastik.  Kemudian baru menyantap nasi uduk berbarengan dengan yang lain.  Ada juga yang sehabis minum, makan kurma dan gorengan setelah itu langsung wudlu untuk sholat maghrib.  Sedangkan nasinya dimasukkannya ke dalam tas yang dibawanya.  Mungkin untuk dimakan setelah sholat Maghrib.

Singkat kata – singkat cerita setelah sholat Maghrib, jamaah banyak yang bubar. Penduduk sekitar pada pulang kerumah untuk kemudian kembali lagi untuk sholat taraweh, sedangkan para “musafir” banyak yang bergegas pulang kerumah masing-masing dengan berbagai kendaraan mereka.

Saya dan beberapa “musafir” lainnya memutuskan menyambung sekalian Sholat Isya dan Taraweh.  Setelah sholat Taraweh dan Witir barulah saya pulang ke rumah.

Jalanan Macet di Bulan Puasa

Umumnya saat bulan puasa kantor-kantor baik kantor pemerintah, maupun swasta (kecuali rumah sakit & mall) memperpendek waktu kerja karyawannya.  Yang sudah saya alami sendiri selama jadi karyawan, masuknya tetap pagi yaitu jam 09.00 pagi, sedangkan pulangnya jam 15.30 sore.  Itu di kantor saya yang lama, kalo kantor yang sekarang masuk jam 10.00 pagi, pulang jam 16.00 sore.

Semua kantor rata-rata seperti itu.  Hal itu bisa dilihat dari perpindahan jam-jam macet pulang kantor, dari yang biasanya jalanan mulai macet dari jam 17.00 sore sampai jam 21.00 malam, pindah menjadi antara jam 15.30 sore sampai jam 19.00 sore.

macet jakarta

Makanya waktu saya masih bekerja di daerah Kemayoran Jakarta Pusat, jarang bisa buka puasa di rumah.  Soalnya meski keluar kantor jam 15.30 sore, tapi mulai dari nunggu angkot di depan kantor, kejebak macet, sampai di rumah yaaa jam 18.30 sore.  Terpaksa buka puasa di dalam angkot dengan minum “soft drink” yg biasanya sudah saya siapkan sebelum pulang kerja.

Sekarang karena kerjanya di daerah Ragunan Jakarta Selatan jadi lebih sering bisa buka puasa di rumah.  Itu juga kalau saya bisa pulang sebelum jam 17.00 sore dan cuaca cerah tidak hujan.  Kalo pulangnya lebih dari jam 17.00 sore (karena banyak kerjaan) dan cuaca tidak bersahabat, terpaksa saya harus buka puasa dan sholat Maghrib di masjid terdekat searah jalan pulang.

Kalo soal macetnya sih sama aja.  Untungnya sekarang saya sudah punya motor, jadi bisa selap-selip di antara kemacetan sehingga lebih menghemat waktu menuju rumah.

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa bagi Kaum Muslimin dan Muslimat yang kebetulan lewat di Blog saya ini.

Pengalaman Mengendarai Motor (Bagian ke empat)

Tak terasa sudah setahun si “kuda ijo” menjadi penghuni garasi rumah keluarga saya.  Sudah banyak suka-duka saya bersama motor ini.

Saya ingat bahwa saya membayar uang DP (down payment) motor ini hari Jum’at, tanggal 27 Juli 2012 saat bulan puasa 2012.   Sesuai janji salesnya motor pesenan saya itu diantar ke rumah hari Sabtu 28 Juli 2012.  Saya sempet kaget.   Wow….. Cepet banget datengnya!

Setelah menerima penjelasan singkat dari petugas yg mengirimkan motor mengenai cara menghidupkan, mematikan, waktu memanaskan mesin minimal dua hari sekali, sejak saat itulah kepedulian dan perhatian saya mengenai masalah dunia permotoran jadi bertambah.  Sampai-sampai saya sekarang jadi maniak nonton acara MotoGP di salah satu stasiun TV swasta setiap dua minggu sekali.  Padahal dulu saya tidak peduli sama acara balap motor dunia itu.  Saya taunya cuma Valentino Rossi doang, itupun karena Beliau sering nongol di TV lewat iklan motor Yamaha bareng si Komeng.

Kawi gua

Saya juga jadi rajin nyuci motor saya itu, padahal dulu saya paling males kalo disuruh nyuci mobil orangtua, bawa ke tempat pencucian mobil aja males.

Sesuai omongan dari orang-orang bahwa moped Kawasaki itu boros BBM, saya sudah membuktikannya.  Memang Boros!!  Tapi itu tergantung jenis bahan bakarnya juga kok!  Kalo Pertamax agak boros, Shell Super boros banget (cuma 5 hari), TOTAL Performance 92 hemat (sampai seminggu), Shell V Power hemat (6-7 hari).

Saya juga heran kok Shell V Power yang mahal itu malah cocok sama motor saya.  Lebih hemat dari Shell Super dan suara mesin motor jadi lebih halus.  Sebetulnya masih lebih hemat dan murah TOTAL Performance 92, tapi nyari pombensin TOTAL susah banget, jarang ada.  Sedangkan SPBU Shell lebih banyak tersebar di Jakarta.

Shell Power

Jadi dech motor saya kayak moge.  Minumnya bensin mahal euy!

Kata orang bentuk motor saya ini termasuk aneh, banyak sudut dimana-mana.  Kalau menurut saya sih sesuai dengan namanya “EDGE” yang berarti sudut tajam.  Dan memang bentuk moped Kawasaki emang aneh semua kok.  Mulai dari Kaze, Kaze R , Blitz, ZX130.

Saya lantas inget dulu pernah tertarik sama motor Honda Sonic yang saya temui di salah satu pameran sekitar tahun 2000-an.

nova-sonic-125_1

Kalau dilihat dari samping begini, bagian belakang Honda Sonic mirip sama bagian belakang Kawasaki Edge.

kawi edge

Mulai dari bentuk jok, lampu belakang dan spakbor ada kemiripan lah!  Bentuk kenalpot-nya juga mirip.

Itu menurut pandangan saya lho!

Dari pengalaman saya jalan sehari-hari dengan ni motor, rem depannya sangat pakem.  Tapi sayang rem belakang-nya tidak sepakem yang depan.  Makanya saya tidak berani ngebut-ngebut.  Top Speed yang pernah saya capai adalah 80 km/jam.  Mau nambah lagi Ngeri ah…  Soalnya dengan rem belakang yang kurang pakem bisa bikin celaka diri sendiri dan orang lain.

Ban motor ini adalah IRC NR 73 ukuran 70/90 R17 (depan) dan 80/90 R17 (belakang).  Bagus di aspal kering, tapi tidak untuk di jalan beton yang basah, jalanan berpasir atau tanahbecek.  Gampang meleset.   Makanya Saya mau cari ban lain yang bisa untuk jalan di jalan beton basah atau jalan berpasir.  Mungkin Michelin, mungkin juga Dunlop atau Bridgestone.   Kita lihat saja nanti, kalo ban yang ada ini sudah aus.

Saya merasa posisi duduknya cukup bagus.  Tidak bikin pinggang pegel.  Saya juga pernah di bonceng sama temen, enak juga.  Cuma saja jok bagian depan (rider) agak keras busanya, sehingga kalau untuk jarak jauh pantat dan pangkal paha bisa kesemutan.

“Shock Breaker” motor saya ini keras banget, terutama yang depan.  Hal itu baru terasa kalau membentur lubang di jalan.  Tangan sampai bergetar.  Jadinya kalo malem saya males ngebut, supaya bisa melihat jalan yang rusak dari jauh dan cepat menghindari-nya.

Lampu depannya juga kurang terang.  Hal itu bisa dilihat dari  jalan di depan motor yang tidak tersinari dengan baik.  Mungkin bohlamnya harus diganti kali yaa.  Tapi sama merek apa donk yang lebih terang??

Sejauh ini, motor saya sudah sesuai dengan harapan saya, yaitu sebagai kendaraan harian dan sebagai “kuda beban” untuk angkutan ringan.   Angkutan ringan maksudnya adalah bila sekali-sekali saya disuruh kepasar bisa membawa belanjaan yang lumayan banyak, juga bisa membawa 1 (satu) zak semen di jok belakang.

Waktu awal saya punya niat mau beli motor, saya sudah berjanji di dalam hati bahwa saya akan berupaya menjadi “nice rider” di jalan.  Alhamdulillah dalam setahun ini saya sudah laksanakan dengan baik janji saya itu.  Caranya jadi “nice rider” yang saya maksud adalah :

  1. Berupaya mematuhi rambu-rambu lalu-lintas terutama “traffic light” dimana banyak sekali orang yang melanggar.
  2. Tidak menggunakan trotoar tempat pejalan kaki melintas meskipun jalanan macet.
  3. Berupaya mendahulukan orang yang mau menyebrang jalan.
  4. Memberi lampu sein setiap akan mengubah arah / belok.

Keempat poin diatas gampang untuk direncanakan tapi sulit untuk dijalankan.  Apalagi menghadapi rider lain yang rata-rata gak pada sabaran.  Apalagi kalau jam pulang kantor.  Saya sering di klaksonin rider dibelakang, kalo lampu traffic light masih merah-tapi sebentar lagi akan hijau.  Saya khan tunggu dulu lampunya bener-bener sudah berwarna hijau, baru jalan, tapi yg dibelakang sudah tidak sabar.  Rasanya Saya pengen turun dari motor mau ngajak itu orang berantem.  Grrrr… @$#*

Sekarang odometernya sudah menunjukkan angka 5000-an.  Mungkin tahun depan angkanya sudah sampai 10.000.

Sekarang ban-nya masih bagus, kembangan-nya masih tebal.  Mungkin tahun depan sudah makin tipis dan harus diganti.

Akan tetapi apapun segala kemungkinan itu, saya tetap menikmatinya,  menunggangi kuda besi kesayangan saya itu.  Harapan saya semoga bisa awet sampai sepuluh tahun,  baru dech mikirin buat beli motor baru atau mobil.

 

Sepak Bola Indonesia v/s Arsenal

Minggu malam, 14 Juli 2013 saya menonton pertandingan sepakbola antara Indonesia Dream Team melawan Klub Arsenal dari Inggris Raya.  Walaupun cuma nonton di televisi rumah karena sedang  puasa, jadi malas ikut nonton di Stadion Gelora Bung Karno.

Indonesia vs Arsenal

Secara umum pertandingan berlangsung cepat dan menarik.  Timnas Indonesia banyak kehilangan bola dan cuma beberapa kali melakukan serangan berbahaya ke wilayah kotak pinalti Arsenal.  Sebaliknya Arsenal begitu superior, menekan terus sepanjang babak pertama dan babak kedua.  Hasilnya kiper Kurnia Meiga harus rela jatuh-bangun mencoba menghalau bola yang ditujukan ke arah gawang Timnas Indonesia.

Tujuh gol untuk Klub Arsenal-pun tercipta.  Pencetak Gol Arsenal adalah sbb:

Gol ke 1 : Theo Walcott pada menit ke 18

Gol ke 2 : Chuba Akpom pada menit ke 53

Gol ke 3 dan ke 4 : Oliver Giroud pada menit ke 71 dan 73

Gol ke 5 : Lukas Podolski pada menit ke 82

Gol ke 6 : Kristoffer Olsson pada menit ke 85

Gol ke 7 : Thomas Eisfeld pada menit ke 86.

Kalo  menurut saya, dari gol-gol pemain Arsenal, hanya dua gol dari Oliver Giroud-lah yang cukup menarik.  Apalagi gol ke 2 Beliau yang memperlihatkan proses mulai dari menerima bola, kemudia mengontrolnya sambil memutar posisi badan sebelum akhirnya melesatkan “si kulit bundar” ke gawang Kurnia Miega.  Fantastis!!  Kenapa saya sebut Fantastis?,  karena berlangsung dalam waktu sangat cepat sehingga pemain belakang Indonesia Dream Team yang ada di tempat tidak bisa berbuat apa-apa untuk menghalangi bola masuk ke gawang.

Saya bukanlah komentator sepakbola, cuma rakyat penggemar sepak bola yang peduli akan nasib “persepakbolaan” bangsanya.  Timnas Indonesia memang kalah kelas dari Tim Arsenal.  Arsenal memang pantas menang.  Tapi yang bikin sedih adalah “merosot”-nya semangat juang Anak-anak asuhan Coach Tiago setelah ketinggalan 4 gol dari Arsenal.  Praktis pada gol-gol Podolski, Olsson dan Eisfeld cuma Kurnia Meiga saja yang berjuang supaya gawangnya tidak kebobolan.  Sedangkan pemain belakang yang lainnya ???  Seperti kehabisan tenaga untuk mengejar/menghalau bola.

Saya cuma berandai-andai sendiri, bagaimana kalau dalam rekruitmen pemain Tim Nasional (Timnas) perlu diadakan test “psychotest” yang mendalam seperti mau masuk jadi Akmil (Akademi Militer).  Yang mengetes adalah ahli-ahli psikologi dan kejiwaan yang terpercaya dan tidak mempan sogokan.  Hasilnya diumumkan ke publik lewat surat kabar.

Tujuan adanya “psychotest” yang mendalam tersebut adalah agar bisa ditemukan individu-individu pemain Tim Nasional yang bukan saja berotot kuat, tapi juga berotak “kancil” , hingga akan berupaya mencari berbagaimacam cara / terobosan agar bisa memasukkan bola ke gawang lawan.  Jadi tidak mudah “patah semangat” kalau lagi ketinggalan gol oleh lawannya.  Tujuan lain dari “psychotest” yang mendalam tersebut adalah mendapatkan individu yang stabil emosinya.   Karena yang saya sering lihat jika sudah menjelang akhir babak ke dua para pemain kita cendrung jadi kasar main bolanya.  Banyak tercipta pelanggaran yang malah akan merugikan bagi keseluruhan tim.

Yaah… Itu cuma sekedar andai-andai dari saya.  Mungkin saja kalau cara itu diterapkan dengan baik, kita bisa punya Tim Nasional Sepakbola yang handal.  Kaleee ….

Berbuka puasa di Musholla Al-Istiqomah Kemang, Jakarta Selatan

Hari pertama puasa Rabu 10 Juli 2013 kemarin saya berbuka puasa di Musholla Al-Istiqomah yang terletak di Jalan Kemang Raya RT.001 / RW.02  Jakarta Selatan.  Lokasi persisnya di seberang Seven Eleven Kemang Raya.

Tadinya saya berharap hari puasa pertama bisa berbuka puasa dirumah, tapi karena waktu keluar kantor sudah lewat jam 5 sore, saya putuskan berbuka ala musafir saja, yaitu segera bergegas menuju masjid terdekat ketika sedang dalam perjalanan.

CS 1

Dari dulu kalau mau ke Blok M naik mobil Kopaja 605 (Kp. Rambutan – Blok M) selalu lewat didepan musholla ini, tapi saya tidak pernah tau letaknya pas di pinggir jalan Kemang Raya.  Soalnya bangunan musholla ini tertutup oleh pohon didepannya dan kalah meriah dari toko-toko dan restoran di samping-sampingnya.  Kalau dari seberang jalan malah nyaris tak terlihat.  Satu-satunya penanda bahwa di situ ada musholla adalah suara adzan dan ceramah yg dikumandangkan via pengeras suara yang “Full Stereo” .  Jadi orang-orang lewat dengar ceramah dan adzan berkumandang tapi celingukan bingung cari dimana masjidnya.

Alhamdulillah dengan izin Allah SWT saya berkesempatan juga menyambangi masjid tersebut sembari sholat Maghrib dan menikmati hidangan ta’jil-nya.

Menu ta’jil / bebuka puasa sore itu adalah Nasi putih yang ditaruh di nampan / tatakan ukuran sedang untuk disantap oleh lima orang.  Sebagai pelengkap nasinya adalah orek tempe, kerupuk, tumis jagung kecil dan wortel.  Minumnya teh tawar hangat.

CS1

Setelah berbuka puasa saya pun ikut sholat Maghrib berjamaah.

Dalam pandangan saya musholla ini termasuk bagus dan cukup besar (untuk ukuran musholla).  Malahan ada beberapa masjid yang ukurannya lebih kecil dari musholla ini.   Harusnya sii sudah pantas disebut masjid tuch!   Sayang tempat parkir untuk motor tidak ada.  Jadi motor pada naik ke trotoar depan musholla, sedangkan mobil-mobil diparkir dipinggir jalan dibawah trotoar.  Padet bangeeet!

Sekian liputan Safari Ramadhan saya di Musholla Al-Istiqomah  Kemang  Jakarta Selatan.  Sampai jumpa di liputan Safari Ramadhan saya yang lain.

Mengenang Game Online Ragnarok

Saat lagi ngelamun tiba-tiba saja saya ingat sebuah game online yang pernah saya mainkan via internet beberapa waktu yang lalu.

Namanya Ragnarok Online.  Tentu sudah banyak yg tau dan pernah memainkan game online yang satu ini.  Saat itu belum banyak game online.   Sebelumnya cuma ada satu yaitu Nexian.  Tapi setelah Ragnarok banyak game online muncul seperti Get amped, Ayodance, Conter Strike, Cross Fire, Travian dll.

Blue Bandana Kereeeeennn!

Dalam gambar ini adalah salah satu character yang saya mainkan.  Dari type job Defender yang saya buat pertengahan Desember 2008.  Saya beri nama Heinel, yang terinspirasi dari tokoh villain di film kartun tahun 80-an “Votus 5”.

Walaupun Game Ragnarok ini sudah diperkenalkan di Indonesia dari tahun 2003-an, tapi karena saya jarang ke warnet jadi baru tau sekitar tahun 2006, jadinya baru tahun 2008 akhir itulah saya benar-benar menekuni permainan online yg satu ini sampai sekitar tahun 2010-an.  Waktu itu level si Heinell ini sudah 67 dan saya juga sudah buat beberapa character lainnya.

Ryuma si Ninja

Nah…. Gambar diatas ini adalah character lain ciptaan saya.  Dari type job Ninja saya beri nama Ryuma.  Terinspirasi dari salah satu character di buku komik manga “One Piece”.  Walau tidak sekuat Defender Heinell namun character ini jarang mati di hajar musuh-musuhnya yg kuat.  Karena sebagai ninja do’i bisa menghilang dan muncul ditempat lain untuk menyerang balik.  Terus bisa menyerang dari jarak jauh pula, makanya levelingnya naik cepat karena bisa ngabisin banyak musuh tanpa bisa diserang balik.

Ada beberapa character lain yg saya buat, ada juga yang cewe dua buah.

Tapi makin lama makin susah cari Warnet yang ada game Ragnaroknya.  Tahun 2010 itu saya main di warnet sekitar Tanah Abang (Jauh bangett…).  Karena lama gak main password-nya saya jadi lupa.

Jadi ya begitulah….. Tinggal kenangan.