Catatan Mengenai Debat Calon Gubernur DKI Jakarta. 

Jum’at, 13 Januari 2017 malam telah diadakan acara Debat Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang di adakan di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta dan disiarkan secara langsung oleh beberapa stasiun televisi nasional. 
Saya sebagai salah satu pemirsa acara TV tersebut (ikut nonton bareng di kantor) sangat mangapresiasi acara debat terbuka tersebut.  Sedikit banyaknya jadi tahu apa visi-misi dan rencana kerja dari para Calon Gubernur & Wakilnya.  Kita, warga Ibukota negara ini jadi bisa menilai, mana Cagub yang pantas untuk kita pilih.  Untuk Saya pribadi ada catatan untuk acara Debat ini.

Mengenai acara keseluruhan cukup menarik untuk ditonton. Kayak nonton final bulutangkis. Pada permainan awal biasa-biasa saja, namun makin lama makin panas dan saling menyerang. Saling smash dan berusaha bertahan. 

Moderatornya Mbak Ira Koesno benar-benar bisa mengendalikan acara dan menguasai hadirin yang terdiri dari para pendukung dari masing-masing Cagub-cawagub.  Dari dulu Saya mengagumi Beliau sebagai wanita yang cerdas, percaya diri, santun dalam bertutur kata, dan berpenampilan sopan namun tetap elegan. 

Untuk peserta debat dari Cagub-cawagub nomor 1, Mas Agus Harimurti Yudhoyono tidak beda jauh dengan Bapaknya, Mantan Presiden Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Santun dalam bertutur kata,  cerdas, santai, percaya diri dan bersemangat. Walaupun banyak janji politik yang berupa rencana kerja Beliau jika terpilih memimpin Jakarta. Akan terealisasi janjinya itu atau tidak, Wallahu a’lam…  Sementara Ibu Silviana Murni yang notabene sudah bertahun-tahun berdinas di lingkungan Pemda DKI Jakarta seakan-akan seperti orang awam yang tidak menguasai masalah Jakarta. Makanya, kadang-kadang omongannya jadi blunder sehingga bisa di smash oleh Pak Basuki / Ahok. 

Untuk peserta debat dari Cagub-cawagub nomor urut 2, Pak Basuki/Ahok tampil percaya diri, dan sedikit “jumawa”, berkaitan dengan pengalaman Beliau dan Bapak Jarot di pemerintahan.  Pak Ahok berusaha menyerang kesana kemari, tapi malah “mati kutu” oleh pernyataan-pernyataan dari Bapak Anies Baswedan dari Pasangan Cagub-wagub nomor urut 3.  Pak Ahok terkesan berusaha membela diri ketika dibahas masalah penggusuran warga di bantaran kali. Masalahnya setelah digusur, tidak difikirkannya lagi nasib para korban penggusuran itu.

Untuk peserta debat dari Cagub-cawagub nomor urut 3, Pak Anies Baswedan benar-benar jadi man of the match pada acara debat pertama ini. Disamping Beliau menyampaikan visi-misi, program kerja dengan baik, juga Beliau bisa dengan santainya menjawab berbagai pertanyaan dari peserta debat dan moderator.  Sedangkan Bapak Sandiaga Uno terlihat masih agak demam panggung. 

Saya berharap debat yang kedua kali nanti, lebih seru lagi. Untuk moderatornya saya sarankan adalah Bapak Karni Iyas. 

Sekian. Wassalam…. 

Iklan