Menjinakkan si Kuda BesiĀ 

Alkisah dahulu kala, Raja Alexander dari Macedonia memiliki seekor kuda yang gagah dan tangguh. Bucephalus namanya. Bersama sang kuda itulah Raja Alexander menjelajah dan menaklukkan banyak daerah.  

Padahal, kuda gagah yang di pakai sang raja itu pada awalnya “tidak masuk hitungan”.  Bukan karena buruk rupa, atau loyo.  Akan tetapi karena liar dan susah dijinakkan. Banyak sudah ahli kuda termasuk ayah Alexander, Raja Piliphus II mencoba menjinakkan si Kuda. Tapi gagal. Mereka lantas memutuskan bahwa kuda itu tidak bisa dipakai sebagai kuda tunggangan, apalagi kuda perang. 

Tapi Alexander muda berpendapat lain. Menurutnya, kuda itu adalah kuda terbaik yang pernah ada. Dan memutuskan untuk berusaha menjinakkannya. Dengan sabar ia mendekati sang kuda, mengajaknya bicara dan memposikan agar kuda itu tidak bisa melihat bayangannya sendiri. Ketika si Kuda agak tenang, Alexander langsung naik kepunggung kuda.  Sang kuda sempat meronta sedikit, sebelum akhirnya Alexander bisa benar-benar menguasainya.  

Orang-orang yang tadinya pada “ilfil” sama  itu kuda, lantas bersorak memuji kehebatan Alexander yang telah berhasil menjinakkan kuda yang langsung diberinya nama “Bucephalus”.  

Itu tadi hanya sepenggal kisah dimasa lalu dimana orang bisa menjinakkan hewan untuk kemudian hewan tersebut bisa berdayagunakan olehnya dan di ambil manfaat nya. 

Saya pun juga sudah bisa “menjinakkan” kuda saya. Kuda Besi alias Motor. 

Setelah dengan sabar, berbulan-bulan berlalu, barulah saya merasa sudah bisa nyaman dengan Kuda Besi saya ini.  Bukan apa-apa, soalnya Kuda Besi (Motor) saya ini pun awalnya susah dijinakkan.  Lain dengan motor matik yang sekali duduk, bejek gas, langsung jalan.  Motor saya ini merupakan motor yang murni manual. Pakai kopling manual yang perpindahan giginya harus di ungkit pakai kaki. Kadang-kadang kalau salah ungkit, malah giginya jadi netral, motor jadi  berhenti berjalan.  Belum lagi bila kondisi jalanan macet, tangan kiri jadi pegal dan keram karena menahan tuas kopling dan menyeimbangkannya dengan tuas gas/gauge di tangan kanan, supaya mesin tidak mati mendadak. 

Kini setelah 15 bulan berlalu, saya sudah bisa “menjinakkan” kuda Besi saya itu. Saya sudah merasa nyaman “menungganginya” dan sudah Siap pula untuk menjelajah dunia! 

Iklan